Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning STUDI KELAYAKAN KLINIK – Arlina Dewi Blog

STUDI KELAYAKAN KLINIK

A. Mengapa perlu Studi kelayakan ?

Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) adalah hasil analisis dan penjelasan kelayakan dari segala aspek yang akan mendasari pendirian atau pengembangan suatu usaha (misal RS, klinik) (1). Studi kelayakan ini terkait pula dengan penentuan rencana kerja pelayanan yang baru akan dilakukan maupun lanjutan dari yang sudah ada dalam melakukan rencana pengembangan atau peningkatan usaha.
Studi Kelayakan klinik ini dimaksudkan agar dalam mendirikan atau mengembangkan klinik dapat mendeterminasi fungsi layanan yang tepat dan terintegrasi sehingga sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang diinginkan (health needs), kebudayaan daerah setempat (cultures), kondisi alam daerah setempat (climate), lahan yang tersedia (;sites) dan kondisi keuangan manajemen (budget)(1). Di era Jaminan Kesehatan Nasional dengan BPJS Kesehatan sebagai satu-satunya pembayar layanan peserta JKN, maka penting bagi Pemilik untuk melakukan studi kelayakan dengan mempertimbangkan kebutuhan PPK 1 BPJS Kesehatan setempat.
Pemilik yang ingin mendirikan klinik atau mengembangkan klinik (misal dari rawat jalan menjadi rawat inap) maka wajib menyusun Proposal Studi Kelayakan yang ditujukan ke Dinas Kesehatan atau Dinas Perijinan Kabupaten/Kota setempat (lokasi Klinik). Beberapa daerah, mewajibkan pihak dari calon klinik presentasi proposal tersebut dengan dihadiri perwakilan dari berbagai lintas sector yang terkait (Dinkes Dinas Perijinan, Badan Lingkungan Hidup, organisasi profesi, Puskesmas setempat, dll).

B. Tahapan Penyusunan Studi Kelayakan Klinik

Pelaksanaan Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) sesuai lingkupnya akan dilakukan dalam suatu proses atau langkah-langkah secara bertahap yang tahapannya dan dapat dilihat pada bagan sebagai berikut:(2)

1. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Rumah Sakit. Jakarta: Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan 2012.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 59 tahun 2014 tentang Standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan
program jaminan kesehatan, (2014).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*