Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning ELASTISITAS PERMINTAAN PELAYANAN KESEHATAN (Bagian 2) – Arlina Dewi Blog

ELASTISITAS PERMINTAAN PELAYANAN KESEHATAN (Bagian 2)

Pelayanan kesehatan memiliki karakterisik khusus dibandingkan dengan barang dan jasa lain (1). Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Intangibility. Pelayanan kesehatan tidak bisa dinilai oleh panca indera. Pasien/konsumen tidak bisa melihat, mendengar, membau, merasakan, mengecap pelayanan kesehatan.
  2. Inseparability. Produksi dan konsumsi pelayanan kesehatan terjadi secara simultan (bersama).
  3. Inventory. Pelayanan kesehataan tidak bisa disimpan untuk digunakan pada saat dibutuhkan oleh pasien nantinya.
  4. Komposisi dan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima pasien dari dari seorang dokter dari waktu kewaktu, maupun pelayanan kesehatan yang digunakan antar pasien, bervariasi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa permintaan untuk pelayanan kesehatan yang diasuransikan menjadi inelastis sehubungan dengan perubahan harga (price-inelestic) . Sebagian besar perkiraan elastisitas permintaan harga  untuk perawatan kesehatan secara umum (atau total yang dikeluarkan) sekitar -0,2 (2-3). Elastitas harga yang diperkirakan dibedakan oleh jenis pelayanan, tapi perbedaan tersebut pada umumnya tidak besar.

Perkiraan elastisitas harga permintaan resep obat biasanya berkisar -0,1 sampai dengan 0,6. Pengenalan tingkatan daftar obat (formularium) mengurangi pembelanjaan obat, dan permintaan untuk beberapa obat (mis. obat-obat simptomatik) mungkin menyebabkan elastisitas harga  lebih besar dibanding permintaan obat lainnya, tetapi promosi langsung ke konsumen secara signifikan akan mengurangi elastisitas (2-3).

Permintaan jasa rawat inap memiliki sensitifitas harga yang lebih kecil (lebih inelastis) dibandingkan jasa rawat  jalan, tetapi pelayanan rawat  jalan dan rawat inap saling melengkapi bukan merupakan pengganti/subsitusi, karena penggunaan rawat inap dan rawat  jalan seimbang (2-3).

Elastisitas harga permintaan untuk perawatan kesehatan jiwa, gigi dan long term care lebih elastis dibandingkan dengan permintaan jenis perawatan lainnya (2-3). Permintaan perawatan kesehatan tergantung beberapa faktor, yaitu faktor genetik  (misal kanker), masalah rumah tangga (misal masa melahirkan), dan factor gaya hidup (merokok, minuman keras, diit yang jelek).

Faktor lain yang berpengaruh dalam permintaan perawatan kesehatan adalah usia, pendapatan dan tingkat pendidikan (4). Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi kebutuhan perawatan kesehatan karena kemampuan  dan kesadaran kesehatan yang lebih baik demi mempertahankan / meningkatkan pendapatan yang lebih tinggi.

Ada korelasi yang tinggi antara pendidikan dengan pendapatan yang membantu perkembangan teori human capital. Level pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan kemampuan untuk menyadari masalah kesehatan dan perawatan kesehatan secara lebih efisien. Dan orang tersebut akan memiliki pekerjaan dan gaya hidup yang lebih sehat. Ke depan, lebih banyak orang  yang menginvestasikan kesehatan daripada pendidikan (4).

Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku dan permintaan terhadap perawatan kesehatan yaitu aspek budaya dan geografi. Masalah kultural  memiliki pengaruh yang lebih besar, misal pasien wanita ragu untuk mengunjungi dokter laki-laki dan ke rumah sakit, mereka lebih menyukai berkonsultasi pada dukun bayi  (4).

Perawatan kesehatan digunakan untuk mempertahankan dan melindungi kesehatan. Dalam ilmu ekonomi, tipe permintaan ini disebut sebagai permintaan utama, yaitu bahwa seseorang memilih perawatan kesehatan bukan karena ia menyukainya, tetapi karena pentingnya mendapatkan level kesehatan yang diinginkan (4).

Tujuan analisis demand pada pelayanan kesehatan adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh pemakainya sehingga dapat diperoleh faktor yang paling berpengaruh dalam melihat seberapa besar kemauan sesorang/masyarakat untuk membeli pelayanan.

 

 

 

  1. Santerre RE, Neun SP. Health Economics: Theories, Insight, and Industry Studies. 3 ed: Thomson; 2000.
  2. Lee RH. Economics for Healthcare Managers. Second ed. Chicago: AUPHA; 2009.
  3. Liu S, Chollet D. Final Report: Price and Income Elasticity of the Demand for Health Insurance and Health Care Services: A Critical Review of the Literature. 2006.
  4. Folland S, Goodman AC, Stano M. The Economics of Health and Health Care. New Jersey: Perason Prentice Hall; 2007.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*