Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning KONSEP UTILITAS – Arlina Dewi Blog

KONSEP UTILITAS

Permintaan individual konsumen terhadap suatu barang tidak terlepas dari perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang tersebut. Konsep utilitas dalam ilmu ekonomi dipelajari untuk megetahui perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang (1).

Jika semua barang ditawarkan pada harga yang sama maka sangat rasional bila seseorang hanya akan mengkonsumsi barang-barang yang memberikan utility terbesar (2). Tambahan utility dari mengkonsumsi satu unit lebih banyak disebut marginal utilty, tetapi apabila konsumsi komoditi tadi dilakukan secara terus menerus akan mengakibatkan turunnya (diminishing) tambahan utility yang diperoleh dari setiap tambahan barang yang dikonsumsi atau disebut diminishing marginal utility (nilai guna tambahan yang terus menurun) (2).

 

 

Gambar 1.                                                      Gambar 2.

            Total Utility                                        Diminishing Marginal Utility

 

Keterangan :

Quantity = jumlah barang yang dibeli

TU = total utility (kepuasaan total) adalah seluruh kepuasan yang diperoleh konsumen / seseorang dari mengonsumsi sejumlah barang tertentu.

MU = marginal utility (kepuasaan tambahan) adalah tambahan kepuasan yang diperoleh seseorang akibat adanya tambahan mengkonsumsi satu unit barang tertentu.

Konsumsi suatu barang secara kontinu akan mencapai suatu titik yang disebut dengan titik kepuasan puncak atau titik jenuh. Dan konsumsi yang dilakukan setelah mencapai titik puncak akan menurunkan tingkat kepuasan dari barang tersebut secara total (Gambar 1.)

Seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang akan merasakan berlakunya hukum tambahan kepuasan yang semakin menurun (law of dimishing marginal utility) jika mengkonsumsi secara terus menerus (Gambar 2.)

 

Ada hubungan antara konsep utilitas dengan konsep WTP. Untuk memahami konsep WTP konsumen terhadap suatu barang atau jasa harus dimulai dari konsep utilitas. Setiap individu ataupun rumah tangga selalu berusaha untuk memaksimumkan utilitasnya dengan pendapatan tertentu, dan ini akan menentukan jumlah permintaan barang atau jasa yang akan dikonsumsi. Utilitas yang akan didapat oleh seorang konsumen memiliki kaitan dengan harga yang dibayarkan yang dapat diukur dengan WTP. Sejumlah uang yang ingin dibayarkan oleh konsumen akan menunjukkan indikator utilitas yang diperoleh dari barang tersebut.

Konsep pengukuran utilitas dengan menggunakan WTP telah banyak dilakukan terutama untuk barang/jasa publik (public goods or public service) yang tidak diperdagangkan (non-traded or non-marketed) (2-4)

DAFTAR PUSTAKA

  1. Sudarman A, Algifari. Ekonomi Mikro-Makro: Teori, Soal dan Jawaban. 4th, editor. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta; 2013.
  2. Tjiptoherjanto P, Soesetyo B. Ekonomi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2002.
  3. Feldstein PJ. Health Care Economics. Toronto: John Wiley & Sons, Inc; 1979.
  4. Santerre RE, Neun SP. The Demand for Medical Insurance: Traditional and Managed Care Coverage2004.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*