Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning PATIENT SAFETY – Arlina Dewi Blog

PATIENT SAFETY

 

Oleh : dr.Arlina Dewi,M.Kes

 

Mengapa Keselamatan Pasien?

Di era globalisasi ini perkembangan ilmu dan teknologi sangatlah pesat termasuk ilmu dan teknologi kedokteran. Peralatan kedokteran baru banyak diketemukan demikian juga dengan obat baru. Keadaan tersebut berdampak terhadap pelayanan kesehatan, dimana dimasa lalu pelayanan kesehatan sangatlah sederhana, sering kurang efektif namun lebih aman. Pada saat ini pelayanan kesehatan sangatlah kompleks, lebih efektif namun apabila pemberi pelayanan kurang hati-hati dapat berpotensi terjadinya Kejadian tidak diharapkan atau adverse event.

 

Dengan munculnya laporan yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine pada tahun 2000, yang berjudul “ To Err is Human” Building a Safer Health System dimana , laporan ini mengangkat fokus perhatian, tentang banyaknya adverse events/KTD di RS-RS di AS: diantaranya di Colorado & Utah : 2,9 % pasien RS, yang meninggal 6,6 %, Di New York : 3,7 %, yang meninggal 13,6 %, bila pasien yang masuk di RS di AS pada tahun yang sama sebanyak 33,6 juta maka berdasarkan Extrapolasi : pasien mati karena Medical Error di AS mencapai : 44.000 – 98.000/tahun. Suatu angka yg sangat fantastik., dan dunia dikagetkan dengan kenyataan bahwa demikian banyaknya kasus Kejadian Tidak Diharapkan yang terjadi di Rumah Sakit.

 

Sesudah laporan tersebut, keselamatan pasien menjadi issue global sampai saat ini, bahkan pada tahun 2004 WHO mencanangkan “Global Alliance For Patient Safety”

 

10 FACTs on Patient Safety (WHO)

Fact 1

Patient safety is a serious global public health issue. In recent years, countries have increasingly recognized the importance of improving patient safety. In 2002, WHO Member States agreed on a World Health Assembly resolution on patient safety.

Fact 2

Estimates show that in developed countries as many as one in 10 patients is harmed while receiving hospital care. The harm can be caused by a range of errors or adverse events.

Fact 3

In developing countries, the probability of patients being harmed in hospitals is higher than in industrialized nations. The risk of health care-associated infection in some developing countries is as much as 20 times higher than in developed countries.

Fact 4

At any given time, 1.4 million people worldwide suffer from infections acquired in hospitals. Hand hygiene is the most essential measure for reducing health care-associated infection and the development of antimicrobial resistance.

Fact 5

At least 50% of medical equipment in developing countries is unusable or only partly usable. Often the equipment is not used due to lack of skills or commodities. As a result, diagnostic procedures or treatments cannot be performed. This leads to substandard or hazardous diagnosis or treatment that can pose a threat to the safety of patients and may result in serious injury or death.

Fact 6

In some countries, the proportion of injections given with syringes or needles reused without sterilization is as high as 70%. This exposes millions of people to infections. Each year, unsafe injections cause 1.3 million deaths, primarily due to transmission of blood-borne pathogens such as hepatitis B virus, hepatitis C virus and HIV.

Fact 7

Surgery is one of the most complex health interventions to deliver. More than 100 million people require surgical treatment every year for different medical reasons. Problems associated with surgical safety in developed countries account for half of the avoidable adverse events that result in death or disability.

Fact 8

The economic benefits of improving patient safety are compelling. Studies show that additional hospitalization, litigation costs, infections acquired in hospitals, lost income, disability and medical expenses have cost some countries between US$ 6 billion and US$ 29 billion a year

Fact 9

Industries with a perceived higher risk such as aviation and nuclear plants have a much better safety record than health care. There is a one in 1 000 000 chance of a traveller being harmed while in an aircraft. In comparison, there is a one in 300 chance of a patient being harmed during health care.

Fact 10

Patients’ experience and their health are at the heart of the patient safety movement. The World Alliance for Patient Safety is working with 40 champions – who have in the past suffered due to lack of patient safety measures – to help make health care safer worldwide.

 

Di Indonesia, awal tahun 2005, Depkes RI telah mencanangkan Gerakan Keselamatan Pasien RS dan Perhimpunan Rumah sakit Indonesia (Persi) menjadi pemrakarsa utama dengan membentuk Komite Keselamatan Pasien RS Nasional. Insitusi RS diharapkan selalu meningkatakan mutu pada 3 (tiga )elemen yaitu struktur, proses dan outcome dengan bermacam-macam konsep dasar, program regulasi yang berwenang, misalnya penerapan Standar Pelayanan RS, penerapan Quality Assurance, Total Quality Management Perizinan, Akreditasi, Audit Medis, Indikator Klinis, ISO. Program-program tersebut diakui telah dapat meningkatakan mutu pelayanan RS baik pada struktur, proses maupun ouput dan outcome. Namun diakui masih terjadi KTD (Kejadian Tidak Diharapkan) yang berakhir dengan tuntutan hukum.Oleh karena itu perlu program untuk memperbaiki proses pelayanan, sehinggga KTD dapat dicegah melalui renacana pelayanan yang komprehensif. Dengan meningkatnya program PS di RS diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RS dapat menungkat. Pada tahun 2012, Komite Akreditasi RS (KARS) telah memperbarui enilaian akreditai di RS dengan mengacu  standar JCI. Di dalam standara akreditasi versi 2012 tersebut terdapat bab khusus tentang Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien RS.

 

Keselamatan pasien (patient safety) rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman. Sistem tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan. Dengan meningkatnya keselamatan pasien rumah sakit diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit dapat meningkat. Selain itu keselamatan pasien juga dapat mengurangi KTD/Adverse Events, yang selain berdampak terhadap peningkatan biaya pelayanan juga dapat membawa rumah sakit ke arena konflik antara dokter/petugas kesehatan dan pasien, menimbulkan sengketa medis, tuntutan dan proses hukum, tuduhan malpraktek, dll yang akhirnya dapat menimbulkan opini negatif terhadap pelayanan rumah sakit.

 

Kejadian Tidak Diharapkan dapat dan mungkin terjadi karena begitu banyak prosedur diagnostik dan terapi yang dilakukan di RS. Begitu banyak SDM yang terlibat. Begitu banyak komunikasi yang harus dilakukan. Begitu banyak pemeriksaan medis seperti pem. Lab, pem. Imaging, pemberian obat yang harus diberikan. Setiap proses tersebut dapat terjadi error. Belum lagi ditambah tuntutan tekanan waktu (time pressure) dalam menangani kasus emergency., beabn pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kerja yang penuh dengan stress dan mendebarkan, seta waktu bekerja dokter yang tidak menentu, menciptakan situasi dan kondisi yang berisiko

 

Insiden keselamatan pasien yang selanjutnya disebut insiden adalah setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien, terdiri dari Kejadian Tidak Diharapkan, Kejadian Nyaris Cedera, Kejadian

Tidak Cedera dan Kejadian Potensial Cedera.

  1. Kejadian Tidak Diharapkan, selanjutnya disingkat KTD adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien.
  2. Kejadian Nyaris Cedera, selanjutnya disingkat KNC adalah terjadinya insiden yang belum sampai terpapar ke pasien.
  3. Kejadian Tidak Cedera, selanjutnya disingkat KTC adalah insiden yang sudah terpapar ke pasien, tetapi tidak timbul cedera.
  4. Kondisi Potensial Cedera, selanjutnya disingkat KPC adalah kondisi yang sangat berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden.
  5. Kejadian sentinel adalah suatu KTD yang mengakibatkan kematian atau cedera yang serius

 

Referensi :

  1. 10 FACTs on Patient Safety. Diambil dari :

http://www.who.int/features/factfiles/patient_safety/patient_safety_facts/en/index1.html

  1. Departemen Kesehatan R.I (2006) .Panduan Nasional Keselamatan Pasien Rumah Sakit

(Patient Safety)

  1. Jurnal Integratif Manajemen Risiko & Profesionalisme.Edisi 1 no.1, Maret 2007.
  2. Jurnal Integratif Manajemen Risiko & Profesionalisme.Edisi 3 no.1, Maret 2008.
  3. KKP-RS (2008) Buku Workdhop Keselamatan Pasien dan Manajemen Risisko Klinis di

Rumah Sakit

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/Menkes/PER/VIII/2011

tentang Keselamatan Pasien nRumah Sakit

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*