Mohon untuk tidak mengupload file materi perkuliahan yang berbentuk pdf, ppt, doc, xls ke Blog Staff UMY -- Silahkan upload file-file tersebut ke E-Learning Konsep demand dalam Ekonomi Kesehatan – Arlina Dewi Blog

Konsep demand dalam Ekonomi Kesehatan

Konsep demand dalam Ekonomi Kesehatan

Demand atau pemintaan adalah keinginan yang disertai dengan kesediaan serta kemampuan untuk membeli barang dan jasa yang bersangkutan dan dalam periode waktu tertentu (1-2). Permintaan ini harus ditunjang oleh kemampuan (ability) serta kesediaan (willing) untuk membeli, dan keinginan yang tidak disertai dengan kesediaan dan kemampuan bayar, maka permintaan barang belum terjadi, sehingga tidak mempunyai pengaruh terhadap harga.   Demand atau permintaan  adalah salah satu ide sentral ekonomi. Teori tentang permintaan banyak berkontribusi dalam analisis pengambilan keputusan publik dan swasta. Analisis permintaan dapat menerangkan bahwa want atau keinginan manusia jarang yang mutlak  (3). Peramalan demand/permintaan  merupakan hal penting dalam ekonomi kesehatan. Misal dalam  asuransi kesehatan, seseorang dalam memutuskan untuk membayar premi asuransi akan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan asuransi kesehatan antara lain  besarnya premi, tingkat penghasilan, dan risiko sakit yang dihadapi.

Barang-barang  yang  memiliki harga adalah barang-barang yang : memiliki nilai ekonomis (economic goods), tetapi barang-barang bebas (free goods) tidak memiliki harga (1, 4).  Barang-barang memiliki harga karena kepuasaan (utility) dan langka (scarce).

     Utility atau kepuasaan menimbulkan keinginan dan akhirnya menghasilkan permintaan atau demand, sedangkan kelangkaan suatu barang akan mendorong beberapa orang untuk memanfaatkan kelangkaan itu dengan cara menjualnya sehingga akan timbul penawaran (4-5). Harga ditentukan oleh bertemunya permintan dan penawaran. Perubahan salah satu atau kedua kekuatan akan mengubah harga (4-5). Semakin langka suatu barang, maka barang yang ditawarkan/supply semakin sedikit, tetapi permintaan akan barang langka itu banyak,  akan berdampak harga barang tersebut semakin mahal. Tetapi sebaliknya, ketika supply atau ketersediaan suatu barang di pasar banyak, sedangkan permintaan/demand akan barang tersebut sedikit, maka harga barang tersebut di pasar akan turun.

Ketika menganalisis perilaku demand, perhatian kita terfokus pada jumlah permintaan oleh konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Ada 2 tujuan dari analisis demand yaitu (2) : menyediakan kategori yang terpisah dari faktor-faktor yang mungkin menyebabkan  permintaan atau jumlah yang diminta meningkat atau berkurang dan menyediakan hipotesis spesifik tentang  faktor-faktor ekonomi mempengaruhi  pemintaan atau jumlah yang diminta.

Kurva Permintaan (demand curve) dan Hukum Permintaan

Kurva permintaan merupakan suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga sesuatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli (2-4). Kurva permintaan ini pada umumnya menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Bentuk kurva permintaan yang demikian dikarenakan sifat hubungan yang berkebalikan antara harga dan jumlah barang yang diminta (6).

Law of demand (hukum permintaan) menyatakan bahwa semakin tinggi harga barang maka akan semakin sedikit jumlah yang akan dibeli atau hubungan yg berlawanan arah antara harga dan jumlah barang yang diminta (quantity) dengan kondisi faktor-faktor yang lain konstan (ceteris paribus) (4). Kurva permintaan menunjukkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta, dengan menganggap pendapatan, harga barang lain, selera, dan faktor-faktor lain konstan  sebagaimana yang terlihat pada Gambar 2  di bawah ini :

Gambar 1. Kurva permintaan

kurva

Sumber : Samuelson and Nordhaus (5)

Penjelasan gambar kurva permintaan :

  1. Kurva bentuknya turun miring ke kanan bawah karena hubungan  yang berlawanan antara harga dan jumlah barang yang diminta. Jumlah barang yang diminta (quantity demanded) berbeda dengan istilah permintaan (demand). Jumlah barang yang diminta merupakan fungsi (atau tergantung pada) harga bukan sebaliknya atau  Q=f(P), dimana  P merupakan variabel independen (4). Berlaku hukum permintaan yang menurun (the law of diminishing demand), apabila harga suatu barang dinaikkan, semakin berkuranglah jumlah yang diminta atau jika jumlah barang yang lebih banyak dipasarkan, barang-barang itu hanya akan terjual dengan harga yang lebih rendah (5).  Jika harga naik dari OP1 menjadi OP2, maka jumlah output yang diminta akan turun dari OQ1 menjadi OQ2.
    1. Bila terjadi penurunan harga :
      1. Pembeli yang dulu tidak memiliki kemampuan membeli barang yang bersangkutan, setelah harga turun pembeli tersebut akan meninggalkan untuk membeli barang yang lain untuk berganti membeli barang yang harganya turun tersebut. Bertambahnya jumlah barang yang diminta karena adanya penggantian disebut substitution effect (efek penggantian);
      2. Setiap orang akan cenderung membeli barang lebih banyak, karena ia menjadi relatif lebih kaya untuk barang yang bersangkutan daripada sebelumnya: income effect (efek pendapatan).
    2. Kalau terjadi kenaikan harga :
      1. Setiap orang akan merasa lebih miskin meskipun sebenarnya income-nya tidak mengalami perubahan (income effect).
      2. Untuk menutupi kebutuhan akan barang yang sudah mereka kurangi mereka akan menggantinya dengan barang lain yang dipandangnya sesuai. Keberadaan barang pengganti yang mendorong konsumen untuk mengurangi permintaannya atau efek pengganti-lah yang bekerja menurunkan jumlah barang yang diminta.
    3. Kurva merupakan sebuah garis lurus, tetap bukan merupakan keharusan. Melalui teknik eknometrika,   maka garis lengkung/garis cembung terhadap titik nol bisa menjadi garis lurus. Tidak ada satupun yang lebih benar semuanya,  benar asal sesuai dengan data asli (4).
  • Perlunya memahami perbedaan antara istilah perubahan permintaan dan istilah perubahan jumlah barang yang diminta. Gambar 3 di bawah ini menunjukkan perbedaan ke-2 istilah tersebut.
  1. a)                                                         b)

 

 

P1                           E1

P P2                                E2                                                          P

  

D1     D          D3

0              Q1Q2                               0              Q1          Q2            Qn

Jumlah yang diminta                               Jumlah yang diminta

 

Gambar 2. Perubahan Permintaan

 

 

Keterangan :

Panel a) menunjukkan terjadinya perubahan jumlah barang yang diminta (sebesar Q1 Q2 kareana adanya perubahan harga (sebesar P1 P2). Panel b) menunjukkan terjadinya perubahan permintaan karena berubahnya variabel lain selain harga. Permintaan bisa naik (kurva permintaan bergeser ke kanan menjadi D3), dan bisa pula turun (kurva permintaan bergeser ke kiri menjadi D1).

 

Pengecualian hukum demand adalah pada kondisi antara lain barang-barang mewah/prestise (contoh berlian), giffen atau barang inferior (contoh barang-barang dipinggir jalan) semakin murah maka semakin tidak laku, kasus spekulasi (contoh pasar saham). Contoh dalam bidang kesehatan, kasus prestise adalah rasa prestise yang meningkat apabila dirawat dokter ternama (7-8).

Seseorang dalam usaha memenuhi kebutuhannya, pertama kali yang akan dilakukan adalah pemilihan atas berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan. Selain itu juga dilihat apakah harganya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Jika harganya tidak sesuai, maka ia akan memilih barang dan jasa yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Perilaku tersebut sesuai dengan hukum permintaan (5). Permintaan akan suatu barang adalah jumlah yang pembeli bersedia membelinya pada tingkat harga yang berlaku dan pada suatu pasar waktu tertentu (4).

 

Daftar Pustaka

 

  1. Santerre RE, Neun SP. Health Economics: Theories, Insight, and Industry Studies. 3 ed: Thomson; 2000.
  2. Jacobs P, Rapoport J. The Economics of Health ad Medical Care. Fifth ed. London: Jones and Bartlett Publishers; 2002.
  3. Lee RH. Economics for Healthcare Managers. Second ed. Chicago: AUPHA; 2009.
  4. Rosyidi S. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro Revisi  ke-9 ed. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada; 2011.
  5. Samuelson PA, Nordhaus WD. Economics. 16th ed. New York: Mc Graw Hill; 1998.
  6. Liu S, Chollet D. Final Report: Price and Income Elasticity of the Demand for Health Insurance and Health Care Services: A Critical Review of the Literature. 2006.
  7. Trisnantoro L. Memahami Penggunaan Ilmu Ekonomi dalam Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2009.
  8. Peraturan Presiden Republik Indonesia No.12 tahun 2013 Tentang Jaminan Kesehatan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*